Cerita Hoaks Berujung Pembunuhan

Ironis tapi nyata, sebuah perkataan bohong akhirnya merenggut nyawa seseorang. Kejadian nahas itu menimpa Samuel Paty, Guru Sejarah Sekolah Menengah Pertama di Perancis setelah dituduh oleh siswanya yang berinisial Z(13).
Berawal dari Z yang tak ingin ayahnya mengetahui kenakalannya di sekolah. Sehingga ia berbohong bahwa dia diskors oleh Paty karena membela para pelajar Muslim di kelasnya. Z mengatakan bahwa Paty menunjukkan kartun telanjang Nabi Muhammad yang dianggap sangat tabu dan menyinggung umat Islam.
Setelah mendengar cerita tersebut, ayah Z marah dan membagikan video di Facebook di mana ia mencela Paty sambil marah dan menuduh Paty melakukan diskriminasi. Ayah Z mengadu ke sekolah dan polisi dan mengeklaim Paty bersalah karena telah menyebarkan gambar porno dan juga melayangkan tuduhan Islamfobia kepada Paty. Ternyata hoaks tersebut semakin menyebar dan sedihnya menjadi pemicu terjadinya pembunuhan kepada Paty. Abdullakh Anzorov (18), merupakan salah satu orang yang termakan hoaks tersebut dan melakukan aksi pembunuhan disertai pemenggalan kepala pada malam Jumat (16/7/2020) silam.
Beberapa waktu kemudian terungkap oleh The Guardian bahwa seluruh cerita Z merupakan tipuan dan nyatanya Z diskors sehari sebelumnya karena membolos beberapa kali di sekolah. Atas Tindakan Z, ayahnya ditangkap karena “terlibat dalam pembunuhan teroris”. Ayah Z menyesali tindakannya “Saya tidak pernah mengira pesan saya akan dilihat oleh teroris. Saya tidak ingin menyakiti siapapun dengan pesan itu. Sulit membayangkan bagaimana kita telah sampai di sini, bahwa kita telah kehilangan seorang professor sejarah dan semua orang menyalahkan saya.” Ungkap ayah Z dikutip dari berbagai sumber. Peristiwa ini telah menyebabkan hancurnya perasaan keluarga Paty dan menimbulkan trauma pada masyarakat Perancis.
Perisitiwa ini menjadi pembelajaran bagi kita semua agar lebih bijak dalam membagikan informasi, terutama pada media sosial di mana kita tidak dapat mengontrol dan menguji kebenaran dari informasi yang kita terima. Jika kamu menemukan hoaks, jangan takut untuk melaporkannya pada [email protected] jangan khawatir, kerahasiaan pelapor akan dijamin ya! Jika kamu ingin melihat aduan konten hoaks, kamu dapat mengakses https://trustpositif.kominfo.go.id/.

-Earlene Rundengan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *