Dwiwarna Sebagai Kebanggaan Indonesia

Mendengar Dwiwarna, mungkin masih banyak yang merasa asing dengan kata tersebut.
Dwiwarna atau Dua Warna adalah nama yang diberikan kepada Sang Saka Merah Putih,
Merah Putih. Bendera Negara Indonesia. Bendera yang merangkum nilai kepahlawanan,
patriotisme dan nasionalisme tentu memiliki sejarah panjang hingga menjadikan Merah
Putih bukan sekedar warna bendera, tetapi bermakna yang lebih substansial yaitu kearifan
lokal dan refleksi nilai-nilai visioner yang terjalin dalam identitas politik yang menyatukan.
Warna merah-putih bendera negara diambil dari warna panji atau pataka Kerajaan
Majapahit yang berpusat di Jawa Timur pada abad ke-13. Pada waktu perang Jawa
(1825-1830 M) Pangeran Diponegoro memakai panji-panji berwarna merah putih dalam
perjuangannya melawan Belanda. Di bawah pemerintahan kolonialisme, Dwiwarna dilarang
digunakan.
Ketika memerdekaan dikumandangkan, Bendera yang kala itu dijahit langsung oleh Ibu
Fatmawati itu Berkibar untuk pertama kalinya. 17 Agustus 1945 Merah putih resmi dijadikan
bendera nasional Indonesia setelah berabat-abat dilarang.
Perjuangan mempertahankan Sang Dwiwarna tak berhenti begitu saja. Dalam buku Cindy
Adams. Bung Karno : Penyambung Lidah Rakyat Indonesia(ed. revisi 2018), Sukarno
berkisah tentang penyelamatan Bendera Merah Putih kala Indonesia kembali didatangi
belanda pada 1948.
Bahkan hingga saat ini, 65 Tahun sudah Indonesia Merdeka, Merah Putih bahkan diakui
dunia sebagai Bendera nasional negara Indonesia, tapi masih ada juga orang yang
melakukan tindakan tidak terpuji dengan melecehkan Bendera Merah Putih, yang bahkan
dilakukan warga Indonesia sendiri.
Belakangan ini beredar beberapa Video Viral yang menunjukan tindakan penghinaan
terhadap Bendera Merah Putih. Diantaranya Beberapa ibu-ibu terlihat meggunting bendera
merah putih dan mirisnya lagi hal tercelah tersebut dilakukan dihadapan anak kecil.
Beberapa hari setelah itu muncul lagi unggahan dari sebuah akun instagram yang
memamerkan aktivitasnya menginjak dan membakar Bendera Merah putih.
Merespon hal itu, para pelaku langsung di tahan. mereka dijerat dengan Pasal 66 juncto
Pasal 24 UU Nomor 24 tahun 2009 tentang bendera, bahasa, dan lambang negara, serta
lagu kebangsaan.
Padahal, Dari makna dan Sejarahnya, sudah sepantasnya Dwiwarna menjadi Kebanggaan
Indonesia sebagai salah satu simbol negara, bukan justru di lecehkan untuk alasan apapun.
Belajarlah mencintai simbol-simbol negara, termasuk sang Dwiwarna, yang Merah-Putihnya
bukan hanya sekedar warna.
-Ian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *