Pancasila Sebagai Sumber Hukum Indonesia

Sejak Indonesia berdiri, Pancasila telah menjadi tulang punggung yang berhasil memeluk seluruh masyarakat Indonesia dengan berbagai latar belakang suku, agama, ras dan budaya.
Dengan kata lain, Pancasila adalah sumber identitas bangsa Indonesia terlepas dari perbedaan dan inkusivitas yang ada. Oleh karena itu, menjaga marwah Pancasila sama seperti menjaga roh dari Bangsa itu sendiri, yang kini terancam eksistensinya.

Terdapat dua ancaman eksistensi bangsa yang pertama dari internal dan yang kedua dari eksternal. Jika membicarakan dua hal ini tentu akan sangat panjang pembahasannya.
Tapi baiknya dibahas bagian-bagian pentingnya. Yang pertama yakni soal ancaman internal. Yang paling senter adalah keberagaman yang telah disebutkan tadi.
Dimana, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku, agama, ras dan antar golongan yang lain. Lah, ancamannya terletak dimana? Keragaman tadi.
Jika tidak mampu dikelola dengan baik, dan tidak mampu ditangani dengan baik, oleh hukum yang adil dan bermartabat maka niscaya keragaman itu akan menjadi pedang yang menghancurkan.
Keberagaman itu ibarat api dalam sekam, yang apinya terus menyala, dan tinggal menunggu waktu agar tersulut keluar. Dan ini yang harus dijaga. Tugas menjaga itu tidak boleh hanya diserahkan oleh pemerintah, dalam hal ini aparat yang menjadi perpanjangan tangannya.
Tetapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia. Mulai dari menjaga ucapan, tindakan, dan perbuatan agar tidak saling menyinggung kelompok, suku dan agama lain.
Dan ini memang menjadi ancaman paling nyata saat ini. Beberapa dekade terakhir, ancaman itu semakin nyata. Mulai dari kasus-kasus yang berkaitan dan sensivitas agama, masalah ras dan etik hingga terorisme.
Puncaknya sikap saling curiga, tidak hormat kepada kelompok lain dan seterusnya. Padahal, kalau ditelaah lebih lanjut sikap inilah yang pada akhirnya akan membuat persaudaraan sebagai sesama Manusia akan luntur.
Ancaman kedua yakni eksternal. Ancaman ini lebih luas dan jika dijabarkan dalam satu tema adalah soal kedaulatan negara.
Kedaulatan tidak boleh hanya diartikan sebagai batas-batas wilayah territorial, tetapi lebih daripada itu. Disini harus dibicarakan soal kekuatan ekonomi, sumber daya manusianya dan terakhir kemampuan untuk bersaing di era informasi ini.
Dan, dua masalah utama diatas sebenarnya sudah memiliki pedoman yang jelas, tegas dan relevan. Pedoman tersebut tertuang dalam nilai-nilai luhur Pancasila.
Dalam pedoman ini, dipertegas soal bagaimana posisi ketuhanan itu dalam kehidupan bernegara sekaligus bagaimana mempercayai Tuhan sebagai sumber kebajikan dan kehidupan yang saling menghormati.
Sila kedua menjelaskan bagaimana posisi manusia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Posisi manusia adalah sentralis dengan berbagai hal yang melekat pada dirinya.
Mulai dari jenis kelamin, agama, ras, budaya, ekonomi dan seterusnya. Yang pada dasarnya, harkat dan martabat manusia itu setara dan tidak boleh menganggap diri paling kuat, paling benar dan yang lain salah.
Ketiga soal persatuan Indonesia. Inilah yang paling penting. Karena perumusan Pancasila harus benar-benar memikirkan bagaimana keutuhan Indonesia ke depan.
Dengan kata lain, karena telah menjadi sumber hokum, lepas dari dinamika social yang terjadi, persatuan dan kesatuan tetap yang Utama.
Kita boleh berbeda pendapat, boleh berbeda pandangan politik, dan mungkin secara fisik boleh berbeda tapi tetap harus menjaga persatuan dan kesatuan tersebut apapun caranya.
Keempat, Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyarawatan perwakilan menjelaskan tentang asas-asas hidup demokrasi dalam kerakyatan.
Dimana, segala keputusan yang berkaitan dengan hajat hidup rakyat Indonesia harus diputuskan lewat musyarah dan mufakat.
Sila kelima, menjelaskan tentang keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam penjabarannya pun tidak serta merta untuk rakyat Indoensia saja, tetapi lebih dari itu.
Yakni bagi rakyat lain, dari negara lain, karena pada dasarnya manusia adalah sama, Ciptaan Tuhan yang maha Esa.
Disini juga berarti tidak berusaha membuat suatu perbuatan dan tindakan yang bisa merugikan orang lain serta berasma-sama mewujudkan kemajuan sosial bersama-sama.
Namun disini, perlu dipertegas lagi bahwa Pancasila sudah final. Karena ini telah mewakili pandangan universal tentang manusia yang luhur dan tidak boleh di ubah.
Karena Pancasila selain menjadi dasar hukum, juga menjadi dasar kehidupan berbangsa, kehidupan sosial, ekonomi dan menjadi sarana untuk menghayati hidup sebagai umat beriman.

Penulis : Wirno Bungkul

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *