Hari Kasih Sayang, Duta Damai BNPT Kibarkan Bendera Merah Putih

Valentine kok Upacara ? 14 Februari mungkin adalah momen berbagi coklat dan bunga bersama pasangan bagi segelintir orang terlebih anak muda jaman sekarang. Dengan bingkai hari Valentine atau yang lumrah kita kenal dengan Hari Kasih Sayang, hari dimana para kaula muda menciptakan momen romantis dengan pasangan atau orang yang dikasihi. Tetapi tidak dengan sekelompok pemuda yang tergabung dalam Duta Damai BNPT Sulut, Pasalnya, mereka justru mengadakan Upacara Bendera singkat di Monumen B.W Lapian dan C.H Taulu,  Kawangkoan,Kabupaten Minahasa(14/02/21).

Bukan tanpa sebab, Pengibaran bendera itu adalah bentuk apresiasi dan ucapan terimakasih kepada para pahlawan yang telah berperan penting pada persitiwa patriotik yang terjadi di Sulut 14 Februari 1946 silam. kegiataan juga dirangkaikan dengan peletakan bunga oleh setiap anggota DD Sulut disertai dengan pembacaan doa. 

Koordinator Sulawesi Utara , Fredom Rombot mengatakan, pemuda, pemudi hari ini telah terlena dengan hari kasih sayang sampai hanya segelintir pemuda/i saja yang ingat dan sadar akan peristiwa Merah Putih tersebut. “Harapannya bahwa kita sebagai anak muda khususnya yang ada di Sulawesi Utara untuk  jangan melupakan peristiwa-peristiwa patriotik yang telah dilakukan oleh para pahlawan terdahulu. Marilah kita bungkus hari kasih sayang ini dengan menyelipkan sedikit kasih sayang kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara kesatuan ini. perluas pemahaman kasih sayang kita kepada seluruh lini dan jangan hanya terfokus dengan pasangan saja. Karena berkat para pahlawan terdahulu, kita bisa merasakan indahnya kemerdekaan dan manisnya perayaan hari kasih sayang yang hari ini kita bangga-banggakan”. tutur Rombot dalam sambutannya.

Rupanya, Selain mengadakan Upacara dan peletakan bunga, DD Sulut juga menyelipkan kasih sayang terhadap para pahlawan dengan menyumbang tiang beserta bendera di Monumen yang sudah didirikan selama 33 tahun oleh yayasan B.W. Lapian. 

Harry Rarung selaku penjaga Monumen merasa sangat berterima kasih, mengingat Monumen yang dikelolah Pemkab Minahasa ini terlihat kurang dirawat serta sebelumnya tidak memiliki tiang bendera  “Memang kalau mau dilihat, keadaan tempat ini sudah butuh untuk di rehab, dulu ini ada lampu-lampu yang kita pasang sendiri lalu di curi orang,terus kalau ada Dorang(Mereka-red) datang, mau upacara, harus bawa tiang dan bendera sendiri, karena memang belum ada, dan sekarang sudah ada karena sumbangan dari adik-adik Duta Damai(Duta Damai BNPT Sulut-red) saya selaku penjaga bilang makase so tarukira akang (Terima kasih sudah diperhatikan-red)” Ujar pria lanjut usia tersebut.

Kegiatan Peringatan Hari Merah Putih tersebut dihadiri oleh 25 Anggota DD Sulut yang asalnya dari berbagai daerah yang ada di Sulut. Harapan besar dari kegiatan ini ialah agar komunikasi dan silaturahim pemuda dan pemudi sulut dapat terus terjalin dan dapat menyebarkan virus virus kesadaran tinggi terhadap Perdamaian dan Nilai-nilai Nasionalis para anggota DD Sulut.

Bendera dikibarkan dengan keadaan setengah tiang, mengingat Sulut ada dalam masa berkabung hingga 19 Februari mendatang atas berpulangnya Mantan Gubernur Sulut Bapak SH Sarundajang. Kegiatan tersebut juga dilaksanakan tetap memperhatikan protokol kesehatan dan selalu menjaga kebersihan Monumen dan sekitarnya.

-Tim Blogger DD SULUT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *