JADIKAN MUSIBAH SEBAGAI MUHASABAH

        Tahun 2021 siapa yang tak tahu awal tahun baru. Sebagian besar orang bahkan hampir semuanya  menganggap ini adalah awal yang baik untuk memulai hal-hal baru. Kita semua masih sangat syahdu menyambut tahun baru diawal bulan Januari 2021, hingga harus dihadapkan dengan beberapa cobaan dan musibah yang menimpa negara Indonesia pada umumnya dan Kota Manado pada khususnya. Musibah pandemi covid 19 belum berakhir. Pada kenyataanya kita dipaksa menyaksikan beberapa tragedi yang sangat menyayat hati. Diawali dengan Jatuhnya pesawat Sriwijaya SJ 182 pada tanggal 09 Januari 2021, disusul dengan kematian seorang ulama besar, belum kering air mata dari duka tersebut disusul lagi dengan bencana alam banjir di Kalimantan Selatan serta gempa bumi di Sulawesi Barat hingga pada banjir dan tanah longsor yang dialami masyarakat kota Manado baru-baru ini.

      Bencana Alam banjir dan tanah longsor yang terjadi khususnya di Kota Manado tercatat dari tanggal 16 Januari 2021 sampai 19 Januari 2021 mengakibatkan berjatuhannya korban jiwa, kerusakan jalan dan beberapa fasilitas umum serta memporok porandakan rumah warga yang terdampak banjir dibeberapa titik.

     Tidakkah harusnya kita berkaca atas apa yang telah terjadi ? Cobaan dan Musibah yang datang harusnya menjadi bahan untuk kita bermuhasabah/intropeksi diri. Bermuhasabah tidak hanya sekedar menyesali perbuatan-perbuatan dzalim yang telah kita lakukan. Tetapi mengingat dan meminta ampun atas perkataan, perbuatan maupun tindakan serta keputusan yang tidak seharusnya kita tempu dan lalui kepada sang pencipta. Value dari muhasabah itu sendiri adalah berkaca pada diri sendiri , melihat kesalahan entah dari perbuatan maupun lisan yang telah kita lakukan dan ucapkan. Tidak hanya sekedar sampai pada mengingat dan meminta ampun, tetapi kita juga harus berjanji dan mulai perlahan untuk tidak mengulangi apa-apa yang kemudian tidaklah pantas untuk dilakukan. Mulai menjaga perkataan, dan perbuatan di dunia nyata maupun didunia Maya.

   Segelintir orang menganggap perbuatan dan perkataannya disosial media tidak akan berdampak pada kehidupan nyata, justru faktanya malah sebaliknya. Apapun aktifitas yang kita lakukan di dunia Maya terutama dalam bersosial media, mempunyai dampak besar terhadap kehidupan nyata. Jika kemudian segelintir orang tersebut seenaknya menggunakan sosial media, dengan terus memprovokasi hal-hal krusial dan sensitif serta menambahkannya dengan bumbu-bumbu hatespeech dan hoax maka bencana besarlah bagi ketentraman dan kedamaian bangsa. Oleh karena itu perlulah bagi kita untuk tidak mengulangi hal-hal dzalim seperti menyebarkan hoax , menebarkan ujaran kebencian pada sesama kita sebagai manusia, maupun kepada pemerintah sebagai warga negara.

      Setiap kejadian selalu membawa pesan tersendiri untuk manusia. Harusnya kita menjadi orang yang bijak dan cerdas dalam menyikapi berbagai situasi dan kondisi. Indonesia sedang berduka dengan beberapa musibah yang datang silih berganti. Seharusnya kita sebagai orang Sulawesi Utara Pada Khususnya yang selalu mengagungkan motto hidup “Memanusiakan Manusia yang lain” harusnya kita berfokus pada perbaikan dan turut ikut dalam aksi kemanusiaan, seperti membantu korban banjir, menggalang dana untuk disalurkan kepada mereka yang terdampak bencana alam serta melakukan hal-hal positif lainnya. Kita tinggalkan isu-isu lainnya yang sama sekali tidak membawa kebermanfaatan kepada masyarakat umumnya dan pada kita khususnya. Mari menjadi manusia yang bijak dan cerdas dalam menyikapi keadaan serta pemberitaan hoax maupun hate speech yang hilir mudik di beranda sosial media kita.

    Mari menjadi lebih cermat dan teliti dalam menggunakan media sosial ditengah keadaan yang sangat-sangat sensitif seperti ini. Ingatlah masih banyak hal positif yang bisa kita lakukan untuk mengurangi duka negara dan daerah kita. Manusia yang baik adalah mereka yang bermanfaat untuk orang lain.

Author : Jhyza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *