Divaksinlah Niscaya kita akan Terjaga

Penyebaran virus Corona yang semakin hari semakin meningkat, didukung oleh tindakan masyarakat yang sudah tidak percaya bahwa covid 19 masih ada. Hal tersebut membuat pemerintah dan tenaga kesehatan bekerja keras untuk mengedukasi masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, Kali ini Pemerintah melakukan Ikhtiar terbesarnya untuk mengedarkan vaksin secara besar-besaran keseluruh Indonesia. Hal tersebut diupayakan untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari Pandemi yang telah berlangsung hampir satu tahun.
Tentunya kita sebagai warga negara yang baik dan bijak, mendukung usaha pemerintah tersebut agar Pandemi ini cepat berlalu.
Keragu-raguan yang seharusnya tidak perlu muncul lagi seperti keamanan kesehatan dan kehalalan vaksin sinovac tersebut telah diverifikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). MUI melalui fatwanya Nomor 02 Tahun 2021 menyatakan vaksin sinovac adalah suci dan halal. Jadi jangan kemudian kita menjadi bagian dari orang-orang yang memperhambat hilangnya covid 19 di Indonesia.

Jika dilihat secara umum proses Pandemi yang dialami di Indonesia begitu unik. Ya , kenapa unik mari kita lihat pada awal Corona teridentivikasi di Indonesia , masyarakat berbondong-bondong ingin segera mendapatkan vaksin, setelah vaksin didatangkan kemudian meminta sertifikasi halal vaksin, setelah dinyatakan halal, meminta Presiden yang pertama di vaksin secara live . Setelah semua proses tersebut dituruti pemangku kebijakan tetap saja masih ada narasi-narasi untuk menolak divaksin.
Please guys, be a smart People. Jangan sampai terbawa dan termakan narasi-narasi yang sebenarnya berimplikasi kepada terhambatnya proses pemberantasan covid 19 di negeri kita.

Adapun beberapa fakta tentang Vaksin tersebut yang dikutip dari detikhealth.com ialah :

  1. Dapat restu dari BPOM
    Vaksin COVID-19 CoronaVac buatan Sinovac resmi sudah mendapat restu dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam bentuk emergency use authorization (EUA) pada Senin (11/1/2021). Dalam uji klinis, vaksin Sinovac menunjukkan efikasi 65,3 persen.
  2. Efikasi 65,3 persen
    Analisis interim hasil uji klinis di Bandung menunjukkan bahwa efikasi vaksin Sinovac sebesar 65,3 persen. Kepala BPOM Penny K Lukito menjelaskan angka ini berarti vaksin Sinovac menunjukkan harapan untuk bisa menurunkan kejadian penyakit COVID-19 hingga 65,3 persen.
  3. Imunogenesitas 99,23 persen
    Selain dari efikasi vaksin sinovac, imunogenesitas atau kemampuan untuk membentuk antibodi berfungsi membunuh dan menetralkan virus juga dinilai dalam uji klinis fase 3. Dari uji coba yang dilakukan di Bandung, didapatkan data antibodi sampai 3 bulan setelah penyuntikan sebesar 99,23 persen.
  4. Efek samping ringan hingga sedang
    Hasil pemantauan selama 3 bulan lalu setelah penyuntikan dosis kedua juga menunjukkan vaksin Sinovac aman. Penny pun menyebut beberapa temuan efek samping ringan hingga sedang. Di antaranya efek samping lokal seperti Nyeri, Indurasi atau iritasi, Kemerahan, Pembengkakkan. Kemudian Efek Samping sistemik seperti, Myalgia atau nyeri otot,Fatigue atau kelelahan Demam.
    “Efek samping tersebut bukan merupakan efek samping yang berbahaya dan dapat pulih kembali,” hal tersebutlah yang diikatkan oleh Kepala BPOM .
  5. Suci dan halal menurut MUI
    Sebelumnya, pada Jumat (8/1/2021) lalu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sudah mengeluarkan fatwa halal untuk vaksin Sinovac. Hasil dari rapat komisi fatwa menyepakati vaksin tersebut suci dan halal.

Itulah beberapa fakta tentang Vaksin yang akan kita pakai untuk menyongsong kemerdekaan dari Virus Covid 19. So , Guys jangan khawatir dan takut dengan vaksin tersebut. Ikhtiar atau usaha ini adalah demi kebermanfaatan kita bersama. Stop Share hal-hal yang hanya untuk memprovokasi penolakan terhadap vaksin ini. Negeri kita sekarang sedang krisis kesehatan jangan ditambah dengan krisis Kecerdasan.

Author : Jhyza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *