TAHUN BARU, SEMANGAT BARU! LAWAN RADIKALISME

Bagaikan roller coaster tak terasa tahun 2020 begitu cepat berlalu dan kini kita tiba di tahun 2021. Menoleh ke belakang, di tahun lalu begitu banyak tantangan demi tantangan yang dihadapi bangsa ini apalagi adanya pandemi Covid-19 yang menyapa membuat tahun 2020 sebagai tahun yang tidak seperti biasanya bahkan pandemi ini menghantar kita memasuki tahun 2021 sehingga timbul pertanyaan, kapan pandemi ini akan berakhir?

Begitu pula tantangan radikalisme yang tak henti-hentinya menghantui bangsa ini. Di tahun 2020 masih ada tindakan radikalisme yang terjadi misalnya kejadian di Desa Lembantongoa, Sigi, Sulawesi Tengah, empat orang dalam satu keluarga tewas setelah mengalami penganiayaan oleh orang tak dikenal pada 27 November 2020, Selanjutnya sekelompok orang mengganggu ibadah jemaat HKBP KSB di Kabupaten Bekasi pada 13 September 2020, bahkan ujaran kebencian yang bertebaran di media sosial, belum lagi berbagai berita hoax yang bermunculan.

Bukan tidak mungkin di tahun 2021 tantangan yang sama akan menghampiri atau bahkan lebih parah dari sebelumnya. Untuk itu perlu adanya transformasi semangat dari kita semua untuk memberantas radikalisme. Transformasi yang dimaksud adalah semangat yang baru dalam kesatuan melawan radikalisme.

Berbicara mengenai semangat baru dalam kesatuan, perlu adanya semangat kerja sama dari berbagai pihak untuk melawan isu radikalisme ini.

Memang tidak mudah memberantas isu yang bisa dikatakan sudah lama menjadi musuh bangsa ini, butuh niat dan kesabaran ekstra agar radikalisme yang bisa diibaratkan sudah menjadi zona merah menjadi zona hijau.

Maka dari itu, dibutuhkan kerja sama yang sangat serius dari berbagai pihak dalam memerangi radikalisme. Mulai dari pemerintah, TNI dan POLRI, penegak hukum, pemuka/pelaku Agama, hingga lingkungan terkecil yaitu keluarga bahkan diri kita sendiri.

Berbagai pihak ini harus melaksanakan fungsi, tugas, dan tanggung jawabnya masing-masing dalam memberantas radikalisme. Layaknya pemerintah yang mengarahkan kebijakan termasuk pendidikan anti radikalisme, TNI/POLRI yang memberantas langsung, penegak hukum yang bertindak seadil-adilnya terhadap pelaku, didikan dari lingkungan keluarga, hingga diri kita yang harus menerapkan ajaran-ajaran anti-radikalisme ke kehidupan kita sehari-hari

Ibarat satu tubuh semuanya harus bergerak bersama untuk melawan radikalisme, bayangkan jika ada anggota tubuh kita yang tidak berfungsi pasti akan kesusahan untuk beraktifitas begitu pula kesatuan dari berbagai pihak di atas dalam melawan radikalisme jangan sampai beberapa yang tidak ambil andil pasti akan kesulitan.

Semoga di tahun yang baru ini, kita lebih semangat lagi melawan radikalisme. Mari, satukan hati dengan semangat baru dari berbagai pihak lawan radikalisme sampai ke akar-akarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *