MEMAKNAI KESERDEHANAAN NATAL DI TENGAH PANDEMI COVID-19

Desember dikenal sebagai bulan Natal oleh umat Kristiani oleh karena itu hiasan lampu dengan berbagai macam warna serta pernak-pernik sudah mulai memadati kota-kota besar yang ada di Indonesia.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Natal tahun ini dirayakan di tengah pandemi Covid-19 sehingga segala aktivitas Natal dibatasi seperti beribadah via daring, kunjungan ke rumah-rumah dikurangi bahkan kita dianjurkan merayakan momentum natal di rumah masing-masing.
Di Sulawesi Utara sendiri Gubernur juga telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor Nomor 440/20.9672/Sekr-Dinkes tanggal 27 November 2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Natal di Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Sulut yang kurang lebih penjelasannya ada di artikel sebelumnya
Hal tersebut dilakukan demi memutus rantai penyebaran Covid-19 yang tak kunjung usai. Pastinya kita harus mematuhi anjuran pemerintah karena setiap Agama pasti diajarkan untuk mematuhi aturan pemerintah begitu pula dengan umat Kristiani.
Natal bukanlah sekadar momentum selebrasi seperti berkumpul dengan sanak saudara ataupun kerabat, makan-makan, tukar kado, hingga memiliki barang-barang serba baru tapi di tengah pandemi Covid-19 mengajarkan bahwa Natal adalah momentum umat Kristiani memaknai kesederhanaan dalam menyambut kelahiran Yesus Kristus lebih lagi mengajarkan untuk selalu memperjuangkan kedamaian bagi sesama umat Manusia dalam hal ini kasih terhadap sesama.
Perayaan Natal kali ini yang dibatasi bahkan ada yang ditiadakan bukanlah satu parameter untuk mengukur keimanan seseorang dan mengurangi Euforia pada saat Natal justru peristiwa Natal di tengah pandemi seakan-akan menampar kita untuk hidup saling mengasihi, saling mendukung, saling percaya, saling berbagi di tengah kesusahan yang dialami dunia saat ini.
Ini saatnya bagi kita mengambil sisi positif dari pandemi saat ini khususnya di perayaan Natal untuk saling mengasihi antar umat beragama, golongan, budaya agar hidup dalam kedamaian
Kiranya dari perayaan Natal kali ini menyadarkan kita bukan selebrasi yang terpenting tetapi makna Natal sebagai momentum saling mengasihi antar umat manusia di tengah Pandemi saat ini.
Mari sama-sama mengambil momentum Natal untuk saling mendukung, saling percaya, saling membantu di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Bryan Korua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *