Mari Sambut Hari Natal dan Tahun Baru Dengan Sukacita Melalui Protokol Kesehatan

Beberapa hari lagi, masyarakat Sulawesi Utara akan merayakan Hari Natal dan Tahun Baru. Dua perayaan tahunan yang selalu disambut meriah oleh masyarakat. Tiap tahunnya, perayaan ini dilewati dengan melakukan ibadah di Gereja, lalu dilanjuti dengan saling berkunjung ke rumah masing-masing untuk sekedar bertegur sapa dan mencicipi kue natal.

Berkumpul bersama keluarga, teman, serta tetangga atau sanak saudara yang jauh menjadi salah satu moment penting di perayaan ini. Tidak heran jika antusias masyarakat dalam menyambut hari raya ini cukup meriah.

Namun, ada suatu hal yang perlu kita perhatikan ketika perayaan besar ini datang di tahun pandemi seperti saat ini. Tentu akan ada banyak hal yang menjadi berbeda dari tahun – tahun sebelumnya.

Hingga per tanggal 17 Desember 2020, bertambahnya 173 kasus baru corona ini, telah menambah total pasien terkonfirmasi corona di Sulawesi Utara per Kamis (17/12) berjumlah 8.289 orang. Pertambahan data jumlah kasus baru dan total pasien yang terkonfirmasi corona cukup memberikan gambaran yang jelas pada sampai saat ini kalau kita masih perlu untuk terus waspada terhadap penularan virus corona.

Seperti yang telah disampaikan oleh Pjs Gubernur Sulawesi Utara, Agus Fatoni, yang mengatakan bahwa umat Kristen di Sulut tetap dapat melaksanakan Ibadah Natal di masa pandemi, namun wajib menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Gubernur juga telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Sulut Nomor Nomor 440/20.9672/Sekr-Dinkes tanggal 27 November 2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Natal di Masa Pandemi Covid-19 di Provinsi Sulut, yang kurang lebih berisikan seperti;

Berkaitan dengan hal tersebut, pelaksanaan ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus Tahun 2020, mengikuti Protokol Kesehatan sebagai berikut:

  1. Pelaksanaan Ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus Tahun 2020 tetap dilaksanakan dengan memperhatikan protokol kesehatan dan melalui live streaming dan atau pengeras suara dari gedung gereja;
  2. Kondisi ini ditegaskan kepada semua masyarakat Sulawesi Utara, karena berdasarkan data transmisi epidemiologi dari virus corona sepanjang bulan November 2020 mengalami peningkatan yang signifikan;
  3. Pelaksanaan Ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus Tahun 2020 di untuk KoIom/kelompok/rukun keluarga dan lain Iain, agar membatasi pertemuan dan dilaksanakan dengan live streaming dan atau pengeras suara.

Untuk dapat memutus mata rantai penyebaran Covid-19, penting tentunya untuk memperhatikan keselamatan kita semua dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai perayaan besar yang penuh sukacita ini malah berakibat duka bagi kita semua.

Selamat Merayakan Hari Natal dan Tahun Baru 2021! 

Mari tetap waspada melindungi diri sendiri dan orang sekitar yang kita sayangi agar dapat menyambut tahun baru di tengah pandemi dengan tetap aman dan sehat.

Penulis:Bunga Revina Palit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *