Tak Ada Tempat Bagi Teroris Di Bumi Pertiwi

Sebuah tragedi kemanusiaan terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah. Beberapa unit rumah warga,bahkan sebuah Pos Pelayanan yang biasa menjadi tempat ibadah warga setempat, ludes dibakar. Dan yang paling keji adalah pembunuhan empat warga secara sadis. diantaranya ada yang dipenggal dan salah satunya dibakar pada Jumat (27/11/2020).

Menurut polisi, Aksi biadab yang jauh dari kemanusiaan itu diduga didalangi oleh kelompok militan yang terafiliasi dengan ISIS yaitu kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT), dibawah pimpinan Ali Kalora.
Peristiwa tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak, Persatuan Gereja Indonesia(PGI) dalam siaran persnya. PGI juga meminta pemerintah secara tegas megusut kasus ini serta mengatasi permasalahan Terorisme di Indonesia.

Ketua Majelis Ulama Indonesia(MUI) KH Miftahchul Akhyar, melalui cuitan twitter akun @NU_bersatu, 29 November 2020, bahkan Mengutuk Aksi keji yang mengatasnamakan Agama tersebut,”Mereka yang mengatasnamakan Islam tapi melakukan fitnah,perusakan dan tindakan teror, sejatinya telah berlaku anti-Islam. Hal senada juga dungkap pihak Muhammadiyah, Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Muˋti mengungkap keprihatinan dan belasungkawa. “Sangat prihatin dengan terjadinya kasus kekerasan di sebua desa di Kabupaten Sigi. Aparatur keamanan harus segera bertindak dan menindak tegs pelaku sesuai hukum yang berlaku,” Ujar Abdul Muˋti dalam keterangan tertulis melalui salah satu siaran pers Kompas Tv,Minggu(29/11/2020).

Meskipun tindak terorisme sama sekali tidak terkait dengan agama apapun, tapi salah paham yang mengidentikan agama tertentu dengan aksi terorisme bisa saja terjadi. Jika dibiarkan, hal ini tentu dapat menimbulkan perpecahan antar kerukunan umat beragama dan memicu terjadinya konflik horisontal seperti halnya Kerusuhan Poso(1998-2000).

Merespon hal tersebut Pemerintah langsung mengambil sikap. Pasukan khusus segera ditugaskn guna memperkuat Satgas Operasi Tinombala, yaitu Operasi gabungan yang dilancarkan oleh Tentara Nasional Indonesia(TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia(Polisi) yang sejak 2016 ditargetkan untuk menumpas MIT di Poso.


Menko Polhukam Mahfud MD menegaskan bahwa pemerintah mengutuk keras kasus pembunuhan di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. “Pemerintah menyesalkan dan mengutuk keras, tindakan teror kekerasan dan kekejian yang dilakukan teroris MIT dalam hal ini kelompok Ali Kalora” terangnya melalui keterangan video, Minggu (29/11/2020).

Menurut Mahfud, pemerintah sesuai perintah Presiden telah melakukan langkah-langkah, melakukan pengejaran serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan para pelaku.

“Pemerintah juga sudah melakukan langkah-langkah untuk
melakukan pengejaran, tadi tim Tinombala sudah menyampaikan tahap tahap yang dilakukan untuk mengejar pelaku dan melakukan isolasi serta pengepungan terhadap tempat yang dicurigai ada kaitan dengan para pelaku,” lanjutnya.


Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini bukanlah konflik antar agama, serta pelaku, bukanlah dari gerakan keagamaan.“Itu Bukan gerakan keagamaan tapi gerakan kejahatan” Mahfud juga mengimbau kepada para pemuka-pemuka agama untuk menjaga agar situasi tetap terkendali “Kepada pemuka-pemuka agama, tetap dan menyebar luaskan
pesan-pesan damai agar tidak terpancing upaya-upaya provokasi, dari pihak-pihak yang ingin memecah kerukunan di Indonesia” tandasnya.

Perlu diketahui, sebelum tragedi di Sigi, kelompok teroris yang sama yaitu MIT juga pernah melakukan penyerangan terhadap dua aparat kepolisian di poso, yang dibarengi dengan pengancaman akan membunuh warga melalui video yang juga menampilkan ulah biadab mereka saat menggorok seorang warga, pada April lalu.

Jika memperhatikan hal tersebut, maka bisa dilihat bahwa pola teror mereka dilakukan secara acak dengan korban yang acak pula, bahkan yang seagama dengan merekapun bisa saja menjadi korban.

Hal itu dikarenakan tujuan teror mereka adalah untuk membuktikan eksistensinya dengan menakut-nakuti masyarakat, serta membuat provokasi yang meyebabkan perpecahan. Hal yang patut digaris bawahi adalah Terorisme tidak terkait dengan agama tertentu.

Karena tindakan membunuh, jelas adalah dosa yang keji dimata
semua agama. Dan Teroris harus di berantas hingga ke akar-akarnya, karena tidak ada tempat untuk terorisme di Bumi Pertiwi.

Akhir kata, penulis menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya, untuk keempat korban pembunuhan di Sigi, Sulawesi Tengah. Mengutip
dari salah satu ayat Alkitab “Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya”-Mazmur 116:15

Penulis : Vebrian Langkai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *