Pancasila dan Toleransi Internasional

Keterkaitan antara Pancasila dan Toleransi, tentu tak terbantahkan lagi. Sang Garuda bersama Kelima Sila dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika-nya yang bak perekat, menyatukan majemuknya Suku dan agama di Indonesia. Sementara  dalam ranah Internasional, untuk mempersatukan keberagaman dunia kita mengenal International Day For Tolerance, atau Hari Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November. 

Sejarah hari Toleransi Internasional

Hari ini tepatnya 25 tahun yang lalu, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) menetapkan Hari Toleransi Internasional. Dan mulai diperingati 16 November setiap tahunnya.

Dilansir dari halaman United Nation, hari Toleransi Internasional diperingati guna meningkatkan kesadaran tentang prinsip-prinsip toleransi. Selain itu, untuk menghormati budaya-budaya, kepercayaan-kepercayaan, tradisi-tradisi, dan memahami  resiko-resiko yang disebabkan oleh intoleransi.

Hari Toleransi Internasional, dimulai saat ulang tahun ke-50 UNESCO, 16 November 1995. Dimana negara-negara anggota PBB mengadopsi Deklarasi Prinsip-prinsip Toleransi. Tujuannya adalah mengedukasi orang-orang  tentang nilai-nilai toleransi, setra penegasan bahwa toleransi bukanlah suatu perbedaan.

Deklarasi tersebut menggolongkan toleransi tidak hanya sebagai kewajiban moral, tetapi juga sebagai persyaratan politik dan hukum bagi individu, kelompok dan Negara. Ini menekankan bahwa Negara harus menyusun undang-undang baru bila diperlukan untuk memastikan kesetaraan perlakuan dan kesempatan bagi semua kelompok dan individu dalam masyarakat.

Pendidikan toleransi harus ditujukan untuk melawan pengaruh yang menyebabkan ketakutan dan pengucilan orang lain dan harus membantu orang muda mengembangkan kapasitas untuk penilaian independen, pemikiran kritis dan penalaran etis. Keberagaman agama, bahasa, budaya, dan etnis di dunia kita bukanlah dalih untuk konflik, tetapi merupakan harta yang memperkaya kita semua.

Pancasila Layak Menjadi Sarana Toleransi Internasional

Sebagai bangsa Indonesia, kita patut berbangga karena jauh sebelum UNESCO memulai menetapkan tanggal 16 November sebagai Hari Toleransi Internasional dalam upaya menentang dan melawan intoleransi, Indonesia sudah terlebih dahulu memiliki dasar yang kuat untuk menegakan toleransi, yaitu Pancasila. Ideologi bangsa yang sudah teruji oleh waktu dalam menyatukan setiap perbedaan di Indonesia.

Pernahkah kita merefleksikan, betapa hebatnya kekuatan dari Ideologi Pancasila dalam mempertahankan sebuah negara dengan begitu banyak keragaman? 

Menurut Wikipedia, Jumlah penduduk di Indonesia sekitar 237 juta jiwa, dan memiliki 6 Agama yang diakui. Memiliki sekitar 17.000 pulau, 721 bahasa daerah, dan beragam suku bangsa. Dengan segala perbedaan tersebut, semuanya bisa direkatkan dan dipersatukan dengan Pancasila. 

Selama berpuluhan tahun, ideologi Pancasila telah melewati berbagai tantangan. Mulai dari  usaha-usaha menggantikan Pancasila dengan ideologi lain, pendiskreditan nilai-nilai Kebhinekaan, bahkan upaya-upaya represif untuk menggulingkan pemerintahan demi mendirikan negara baru. Semua tantangan tersebut telah dan sedang dihadapi Pancasila sampai pada saat ini, hebatnya Sang Garuda Pancasila masih dapat bertahan, dapat diterima, dan tidak pernah usang. 

Dengan keadaan-keadaan itu, Pancasila bahkan Layak menjadi sarana toleransi di tingkat Internasional. Pancasila bukan hanya sekedar Ideologi Negara Indonesia, melainkan warisan mulia dari Indonesia untuk dunia. Dunia harus belajar dari Pancasila dalam mempersatukan keberagaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya mewakili aspek-aspek kehidupan manusia, dalam tatanan yang baik, mulia, dan dapat diterima oleh setiap perbedaan.

Pancasila sungguh tidak sebanding dengan ideologi-ideologi lain yang diusung kelompok-kelompok pemecah bangsa sebagai pengganti. Pancasila Terlalu tangguh untuk diganti dengan Ideologi lain yang tidak diterima di negara-negara maju sekalipun, bahkan tidak dapat dibuktikan kemampuannya. 

Oleh: Imanditya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *