Hari Dokter Nasional Sebagai Momentum Mengapresiasi Pengorbanan Dokter Indonesia

Setiap tanggal 24 Oktober diperingati sebagai Hari Dokter Nasional. Peringatan ini identik dengan hari jadi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Salah satu momentum penting di Indonesia, khususnya bagi sejarah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) itu sendiri.
Sejarah perjalanan dokter dan sumbangsihnya di Indonesia telah melewati perjalanan yang sangat panjang. Lewat perjalanan panjang ini, jauh sebelum organisasi IDI dibentuk, dokter–dokter di Indonesia sudah memiliki peran penting dalam perjuangan Indonesia di era kolonialisme. Artinya, mereka juga adalah bagian dari sejarah perjuangan bangsa hingga kini.
Saat ini, era pandemi telah menjadi pukulan sekaligus ujian bagi para dokter sebagai salah satu pejuang kemanusiaan di garda terdepan.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mencatat per 26 September 2020, sebanyak 123 dokter meninggal karena Covid-19. Dari jumlah itu, 65 diantara mereka merupakan dokter umum, 56 dokter spesialis, dan 2 dokter residen. Sebanyak 8 dokter merupakan guru besar.
Banyaknya jumlah dokter yang gugur dalam tugas menjadi suatu guncangan hebat bagi sektor kesehatan. Pasalnya, rasio jumlah dokter dengan penduduk di Indonesia hanya 1:2.500. Artinya, 1 dokter dapat menangani 2.500 pasien.
Dengan gugurnya 123 dokter di Indonesia yang meninggal dunia, mengakibatkan hampir dari 300.000 penduduk Indonesia kehilangan akses dokter.
Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sendiri mencatat bahwa penyebab meningkatnya kematian dokter selama pandemi ini disebabkan oleh permasalahan yang terjadi secara berulang-ulang. Permasalahan tersebut seperti minimnya Alat Pelindung Diri (APD), skrining pasien yang kurang baik pada fasilitas kesehatan, kelelahan karena jumlah pasien Covid-19 yang terus bertambah, jam kerja yang panjang, serta tekanan psikologis.
Dengan menyadari hal ini, untuk dapat menjaga pelayanan kesehatan selama pandemi serta melindungi para tenaga kesehatan, IDI pun menerbitkan pedoman standar perlindungan khusus untuk petugas medis dalam menangani pandemi.
Hal ini perlu dilakukan demi mencegah lebih banyaknya dokter yang gugur karena rentan tertular Covid-19 selama melakukan tugasnya. Mereka masih butuh perjalanan panjang dalam menghadapi jumlah pasien Covid-19 yang masih terus bertambah setiap harinya.
Peringatan Hari Dokter Nasional tahun ini kiranya dapat menjadi momentum bagi kita semua untuk mengapresiasi kerja keras mereka selama ini. Apalagi pada era pandemi yang sedang kita hadapi bersama.
Banyaknya jumlah dokter yang gugur dalam menjalankan tugasnya, menjadi bukti bahwa perlawanan mereka dalam menghadapi situasi ini bukanlah suatu medan perang yang mudah.
Gugurnya mereka menjadi duka yang besar untuk kita semua. Pengorbanan mereka menjadi pilu bagi kita semua.
Mereka tidak sekedar menjalani tugasnya sebagai dokter, namun juga mengorbankan dirinya sebagai manusia demi manusia yang lain. Jerih payah yang diberikan melupakan raganya demi raga yang lain.
Selamat Hari Dokter Nasional!
Mari bersama-sama kita berdoa untuk seluruh pahlawan kemanusiaan kita yang tak ternilai jerih lelah dan pengorbanannya.

Oleh: Bunga Revina Palit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *