Sampaikan Aspirasi Dengan Damai Tanpa Ditunggangi

Pemerintah bersama DPR telah mengesahkan Undang – Undang (UU) Cipta Kerja atau Omnibus Law Cipta Kerja pada 5 Oktober 2020. Pengesahan tersebut menimbulkan penolakan yang disertai aksi demonstrasi secara besar-besaran. Aksi demonstrasi tersebut diikuti oleh mahasiswa, buruh dan berbagai elemen masyarakat sipil lainnya di berbagai daerah.
Polemik terkait pengesahan UU Omnibus Law ini, sayangnya menimbulkan berbagai macam kekerasan, kerusakan, serta kericuhan yang cukup hebat. Bentrok massa dengan aparat, menimbulkan kerusakan fasilitas umum yang cukup parah pula. Baik peserta aksi maupun aparat keamanan, beberapa diantaranya bahkan mengalami luka-luka dari yang ringan hingga serius. Bagaimana hal ini dapat terjadi tentu menjadi kekhawatiran besar bagi kita semua.
Seperti yang kita ketahui, bahwa demokrasi merupakan bentuk kebebasan berpendapat dan berekspresi yang telah dijamin negara. Aksi demonstrasi jalanan pun menjadi salah satu cara yang dianggap efektif untuk dapat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah. Namun, kita perlu menyadari pula bahwa aksi semacam ini rentan untuk disusupi oleh oknum-oknum bahkan kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan negatif.
Di tengah gerakan demonstrasi yang sedang fokus mengaspirasikan permasalahan isu UU Omnibus Law Cipta Kerja, kelompok penyusup ini dapat mempengaruhi keadaan menjadi kacau. Mereka dapat memanfaatkan keadaan demonstrasi menjadi perpecahan atau konfilk sosial.
Media sosial pun tidak lupa dijadikan sarana dalam menyebarkan provokasi – provokasi terselubung yang dimanfaatkan penyusup. Dapat terlihat banyaknya narasi, argumen berbahaya disertai hoax terkait Onimbus Law bertebaran di dunia maya. Hal-hal tersebut tentu harus kita saring secara seksama,mengingat media sosial telah menjadi wadah yang memberikan kesempatan bagi siapapun untuk memberikan pendapatnya.
Kita tentu tidak ingin jika penyusup yang memiliki kepentingan tertentu ini mengotori demokrasi kita. Banyaknya oknum yang tidak memiliki tujuan yang selaras dengan aksi demonstrasi ini sudah pasti hanya akan merugikan. Kekacauan dan kerusuhan hanya akan menimbulkan kerugian besar dan sudah pasti banyak korban berjatuhan.
Lagi-lagi kita perlu menyadari bahwa hal ini tidak patut disepelekan. Menjaga demokrasi agar tidak dimanfaatkan oleh penyusup adalah tanggung jawab kita semua saat ini.
Untuk dapat menjaganya kita perlu untuk menguatkan ruang publik sebagai arena demokrasi dimana seluruh gagasan dikemukakan secara terbuka dan adil. Penguatan ruang dialog yang dapat dilakukan oleh ahli atau tokoh masyarakat bahkan pejabat publik perlu menyentuh masyarakat secara luas.
Gerakan sosial dalam berbagai basis perlu juga untuk menguatkan independensi dalam menyampaikan aspirasi. Agar aspirasi bisa tersmpaikan dengan damai serta terhindar dari para penyusup kepentingan kotor.
Seluruh masyarakat perlu dengan bijak memahami inti dari apa yang diaspirasikan dengan pendekatan yang persuasif. Penting untuk selalu memastikan arah aspirasi secara bersama, agar tidak mudah disusupi oleh kelompok tertentu, terutama kelompok radikal dengan narasi radikalisasinya untuk memecah belah bangsa.
Terakhir, penting untuk diingatkan bahwa aspirasi masyarakat jangan mau ditunggangi penyusup!

Penulis: Bunga Revina Palit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *