Kita Semua Memiliki Andil Menjadikan Indonesia sebagai Zona Hijau dari Virus Radikalisme

Di tengah maraknya penyebaran virus Covid-19 yang terus meningkat di tengah masyarakat, adapula penyebaran virus radikalisme yang masih tidak mudah dihilangkan. Penyebaran kedua virus tersebut sama-sama dapat membuat dampak yang mengkhawatirkan.

Apalagi sejak masa pandemi berlangsung, kegiatan masyarakat semakin dekat dengan apa yang dinamakan daring (online). Tentu ini menjadi sebuah tantangan baru bagi kita dalam memerangi berita-berita negatif yang semakin masif di dunia maya.

Dapat terlihat bahwa penyebaran virus Covid-19 ini tidak luput dari berbagai berita palsu atau hoaks yang ramai menjadi perbincangan. Hal ini semakin mengkhawatirkan ketika terdapat kelompok radikal yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk kepentingannya. Mereka menarasikan virus dengan berbagai perspektif dan propaganda.

Kita sama-sama telah mengetahui bahwa serangan virus ini tidak hanya dapat mempengaruhi kesehatan fisik, namun juga kesehatan mental. Tidak juga hanya mempengaruhi sektor kesehatan, namun juga pada sektor keamanan. Maka itu, kesadaran akan ancaman virus radikalisme ini tidak boleh luput dari perhatian.

Titik temu antara virus Covid-19 dan virus radikalisme di dunia maya memang telah mendapatkan timing dan wadah yang tepat. Berbagai berita propaganda yang sulit untuk dikendalikan, mau tidak mau harus kita lawan melalui benteng kesehatan mental dan pola pikir yang sehat.

Jenny Saragih dari Young Interfaith Peacemaker Community (YIPC) pun menyampaikan hal yang serupa. Menurutnya, selama pandemi berlangsung, peluang untuk terpapar dengan isu-isu radikalisme dan terorisme ini menjadi semakin tinggi sebab waktu yang digunakan di ruang virtual menjadi lebih banyak.

Setelah kita menyadari ancaman yang tidak kalah serius dari virus radikalisme, bagaimana kita dapat membentengi diri dari pengaruhnya?

Tentu saja semua kembali lagi kepada diri kita sendiri, dan tentunya masyarakat. Kita semua mempunyai andil dalam menekan penyebaran virus corona, begitu pula virus radikalisme. Kedisiplinan tinggi untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, berlaku pula untuk kedisiplinan memfilter berita atau informasi yang terus beredaran.

Ketika kelompok radikal sedang masif menyebarkan kekhawatirkan, kita perlu pula secara masif menyebarkan semangat positif untuk selalu menjaga solidaritas. Mendiskusikan segala informasi atau prasangka perlu kita galakkan bersama, hal ini berguna untuk mencegah adanya segala kesalapahaman yang berakibat buruk.

Kita semua harus memiliki andil, kita semua harus menjadi garda terdepan mendeteksi dan melawan virus ini. Karena kerja sama dan kedisplinan kita semualah yang kiranya menjadi kunci menjadikan Indonesia sebagai Zona Hijau dari Virus Radikalisme.

Penulis: Bunga Revina

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *