TETAP BERBAGI DI BULAN PENUH AMPUNAN, COVID 19 BUKAN HALANGAN.

Umat Muslim di seluruh dunia, tak terkecuali  di Indonesia, menjalankan ibadah puasa yang berbeda  dari tahun-tahun sebelumnya. Wabah Covid-19 membuat banyak kebiasaan tahunan jadi tidak terlaksana. 

Di bulan suci Ramadhan ada yang namanya Ngabuburit momen yang biasanya dilakukan bersama teman-teman dan keluarga. bahkan teman-teman yang tidak berpuasa turut serta menemani saudara-saudaranya.

Meskipun Ramadan tahun ini diwarnai peliknya pandemi Covid-19, namub ada semangat yang tidak boleh padam atau harus tetap berkobar. Yaitu semangat dalam berbagi terhadap sesama.

Berbagi Berkah terhadap Sesama yang Membutuhkan

Di bulan Ramadhan, banyak orang berbagi berkah terhadap sesama yang membutuhkan. Hal itu juga tidak boleh surut dalam Ramadhan  di tahun pandemi ini. Covid-19 bukanlah alasan untuk tidak berbagi kepada yang membutuhkan. Tak mengenal kalangan atas, atau kalangan bawah kita sama-sama harus bersyukur karena boleh sama-sama ada di bulan yang suci ini.

Syukurnya, masih banyak yang tetap memaknai bulan suci ini dengan berbagi terhadap sesama. Dilansir dari situs detik.com, pada hari pertama Ramadan, Jumat (24/4/2020), ada 1 keluarga di Cibeusi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang membagikan takjil secara gratis kepada warga yang melintas.

Ada juga puluhan anggota komunitas mobil Circle Auto Kota Sukabumi yang membagi-bagikan sembako dan masker kepada warga yang harus beraktivitas di luar ruma. Aksi bagi-bagi sembako itu terlaksana dengan adanya pengawalan dari sejumlah anggota kepolisian dari Polres Sukabumi Kota.

Tak hanya itu, Sejumlah wartawan di Jakarta yang tergabung dalam Jaringan Jurnalis Kristiani mengadakan aksi peduli kepada sesama di tengah pandemi Corona. Aksi sosial ini berupa penyaluran 400 kotak makanan kepada masyarakat yang terdampak Corona di Jakarta. Penyaluran makanan tersebut juga ditujukan untuk masyarakat yang sedang berpuasa di bulan Ramadhan kali ini, khususnya bagi para pekerja harian.

Dari beberapa contoh di atas kita diajarkan banyak hal seperti berbagi terhadap sesama tanpa pandang bulu dan mengedepankan rasa saling menghargai serta menjunjung rasa Toleransi antar umat beragama, meski dalam situasi pandemi.

Hal-hal itu tentu patut untuk diteladani. Untuk itu, mari sama-sama di tengah pandemi ini tetaplah berbagi dengan mengikuti protokol kesehata yang telah ditetapkan. Percayalah dengan berbagi terhadap sesama yang membutuhkan apalagi di bulan yang penuh ampunan ini pasti berkah melimpah akan menghampiri kita.

Semangat menuai berkah melimpah.

Penulis: Bryan Korua

Editor: Ian Langkai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *