PUASA DITENGAH WABAH JADIKAN IKHTIAR GAPAI MARDHATILLAH

Peribadatan yang dialihkan kerumah masing-masing, peniadaan shalat Jama’ah, tarwih dimasjid-masjid, peniadaan acara buka bersama dilokasi yang terdeteksi zona merah dan masih banyak lagi himbauan lainnya.

Seluruh aktivitas yang dibatasi bahkan yang ditiadakan tersebut bukanlah satu parameter untuk mengukur keimanan seseorang dan mengurangi Euforia bulan Puasa.

Karena yang dapat mengukur keimanan seseorang hanyalah sang Maha Kuasa Allah Swt

sedangkan yang dapat membangitkan euforia bulan puasa ialah masing-masing diri yang yakin kepada sang Ilahi.

            Puasa ditengah wabah sangat strategis dijadikan sebagai pemantik untuk lebih berikhtiar (berusaha) untuk menggapai mardhatillah (keridhoan Allah Swt). Ya mengapa tidak ?

Waktu luang yang ada begitu banyak, tidak ada aktivitas diluar rumah yang mengharuskan kita berdiam diri dirumah merupakan awal keseriusan beribadah bisa menjadi lebih baik dari pada biasanya.

Kuncinya adalah tetap berusaha semaksimal mungkin dan jangan sia-siakan waktu yang ada. Penuhi hari-harimu dengan ikhtiar untuk tetap beribadah dan memohon agar diistiqomahkan dalam peribadatannya.

Buat targetmu contohnya, mengkhatamkan Al-Qur’an dalam waktu satu Minggu, mendirikan Shalat Fardhu tepat waktu, mendirikan shalat-shlat sunnah seperti tarwih, witir dhuha dan tahajud.

Hal tersebut bukanlah hal yang sulit dilakukan dalam situasi seperti ini, Insya Allah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *