Hardiknas di Tengah Corona, Semangat Juang Ki Hadjar Dewantara Tetap Membara.

2 Mei diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Setiap lembaga pendidikan biasanya mengadakan upacara bendera secara serentak. Namun lagi-lagi Corona membuat 2020 sebagai tahun yang berbeda.

Surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan nomor 42518/MPK.A/TU/2020, tanggal 29 April 2020,

yang ditandatangani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim, tentang Pedoman Penyelenggaraan Hardiknas Tahun 2020,

menyatakan bahwa, Kemendikbud meniadakan penyelenggaraan upacara bendera yang biasanya dilakukan satuan pendidikan, kantor Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah, serta perwakilan pemerintah Republik Indonesia di luar negeri.

Tanpa mengurangi Makna Hardiknas, Upacara bendera dilaksanakan secara terpusat,

terbatas oleh Kemendikbud dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube Kemendikbud RI juga Siaran TV edukasi, sehingga jalannya Upacara Bendera dapat diikuti dari rumah masing-masing.

Terlepas dari perayaan Hardiknas, Penyelenggaraan pendidikan sendiri telah mengalami perubahan secara signifikan karena Corona.

Kegiatan belajar-mengajar di sekolah ditiadakan dan diganti dengan Belajar dari Rumah,

kegiatan belajar mengajar dilakukan secara daring melalui gawai atau gadget dari rumah masing-masing pengajar dan peserta didik, ada juga program khusus pembelajaran yang disiarkan di TVRI.

Namun pada penerapannya ternyata tak mudah bagi sekolah-sekolah yang ada di pelosok.

Peserta didik tidak memiliki sarana yang menunjang kegiatan belajar dari rumah sehingga kesulitan bahkan tidak bisa melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara online.

Hal itu terjadi di SD Negeri Batuputih Laok 3, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Mayoritas peserta didik tidak memiliki gawai dan televisi. Avan Fathurrahman yang adalah salah satu guru yang mengajar di sekolah tersebut harus turun langsung,

mendatangi rumah murid-muridnya satu persatu untuk mengajar, meski kadang medan dan cuaca yang tak bersahabat, namun Avan memastikan proses belajar tetap berlangsung di tengah pandemi covid-19.

Nasib serupa juga di alami oleh Ujang Setiawan Firdaus, guru kelas V di SDN Purbayani 1 Kecamatan Caringin, Garut.

Dikutip dari kompas. com, Ujang rela mendatangi satu-persatu rumah muridnya yang tersebar di 6 kampung.

Menurutnya, ada 45 murid yang ia datangi sebab sebagian besar dari mereka tak memiliki akses belajar online dan siaran TVRI.

Tema yang diusung pada hardiknas tahun ini adalah “Belajar Dari Covid-19”.

Rupanya, selain mengubah banyak hal, Covid-19 juga mengajarkan beberapa hal. Salah satunya ada pada kedua Guru diatas.

Dari mereka kita belajar bagaimana dalam keterbatasan ada pengabdian tak berbatas dan perjuangan.

Seolah sejalan dengan Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara yang juga merintis cita-citanya memajukan pendidikan kaum pribumi dengan keterbatasan,

bukan karena corona tapi dalam pengasingan.

Meski berada pada masa yang berbeda, mereka memiliki semangat juang yang sama yaitu untuk pendidikan lebih maju.

Walau Tak ada Upacara Bendera karena Corona, Meski Ada Yang Belajar Tanpa Sarana, Namun Semangat Ki Hadjar Dewantara Harus Tetap Membara Di Setiap Jiwa Anak Bangsa.

Selamat Hari Pendidikan Nasional, Tut Wuri Handayani.
Salam Damai. (I_Langk).

Penulis: Vebriana Langkai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *