Keluarga Sebagai Akar Pemberantasan Radikalisme

Akhir-akhir ini, isu radikalisme tak pernah padam hiasi lika-liku kehidupan kita dalam berbangsa dan bernegara.

Radikalisme merupakan suatu sikap yang mendambakan perubahan secara total dan bersifat revolusioner dengan menjungkirbalikkan nilai-nilai yang ada secara drastis,

lewat kekeraan dan aksi-aksi yang ekstrem.

Jika dibiarkan, Radikalisme akan sangat berbahaya karena dari paham inilah terorisme merajalela.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, aparat, beserta jajarannya guna memberantas radikalisme. Namun Pemerintah saja tak cukup untuk memberantas Radikalisme,

karna cikal bakalnya dari hal-hal sederhana seperti intoleran (tidak mau menerima pendapat atau keyakinan orang lain),

fanatik (merasa paling benar, sedangkan orang lain salah), eksklusif (membedakan diri dengan yang lain),

dan revolusioner (cenderung melakukan cara-cara kasar untuk mendapatkan sesuatu).

Untuk itulah peran masyarakat juga penting dalam upaya pemberantasan radikalisme. Karena yang di berantas, haruslah sampai ke akar-akarnya yaitu dari hal-hal sederhana tadi.

Teringat kasus Polwan di Maluku Utara yang baru-baru ini ditangkap karena teracun paham-paham radikalisme,

bayangkan seorang abdi Negara saja bisa terjerumus, ini membuktikan bahwa Indonesia darurat paham radikalisme.

Untuk itu tak cukup jika radikalisme diberantas hanya dari pelakunya saja, melainkan dari hal-hal sederhanya yang menjadi cikal-bakalnya.

Seperti yang diuraikan di atas, peran masyarakat juga sangat penting dalam membantai rantai radikalisme sampai ke akar-akarnya,

karena bibit-bibit radikalisme sudah sering kita temui di lingkungan kita hidup.

Keluarga yang adalah awal dari bagaimana karakter dan perilaku kita dibentuk, bagaimana kita diajarkan berbagai macam paham, semuanya berawal dari keluarga,

Karenanya keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam pencegahan Radikalisme.

Berikut ini hal-hal utama yang sebaiknya dilakukan keluarga untuk mencegah anak-anaknya terpapar radikalisme:

1. Didikan Keluarga Ada pepatah yang mengatakan buah tak akan jatuh jauh dari pohonnya, sama halnya dengan didikan keluarga,

karena awal dari pendidikan adalah keluarga untuk itu keluarga

dalam hal ini orang tua harus benar-benar mendidik dan membentuk karakter anaknya dengan baik dan benar.

2. Dukung Potensi Anak Selama Itu Positif Pastikan keluarga mendukung apa yang menjadi potensi sang anak,

karena jika kita mengekang potensi mereka (selama itu positif)

bisa saja dia akan lari ke hal-hal yang lain yang merugikan salah satunya paham radikalisme.

Dengan kita mendukung sang anak dalam mengembangkan potensinya kita sudah berhasil membawa anak-anak kita setidaknya agak jauh dari paham-paham radikalisme

3. Pengawasan Keluarga Pengawasan keluarga juga penting terhadap apa yang dilakukan anaknya seperti penggunaan media sosial,

dengan siapa mereka bergaul dan hal lainnya yang merasa perlu diawasi karena dewasa ini,

betapa banyaknya kasus-kasus intoleransi di media sosial dan juga betapa pengaruhnya pergaulan dalam karakter seseorang

4. Tanamkan Nilai-Nilai Kegamaan Keluarga juga harus menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat

agar ketika di luar nanti tak mudah terpapar paham-paham radikalisme yang nantinya bisa meruntuhkan masa depan bangsa.

Itulah mengapa peran pemerintah beserta aparat dan jajarannya tak cukup dalam memberantas radikalisme,

Perlu juga peran dari masyarakat dalam hal ini keluarga sebagai akar untuk memberantas radikalisme yang semakin marak di Indonesia.

Mari bentengi kehidupan kita dari paham-paham radikalisme dengan hal-hal sederhana seperti hidup rukun dan damai,

menghargai pendapat orang, dan mengasihi sesama manusia.

Penulis: Bryan Korua
Ilustrator: Claudia Selan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *