CORONA BUKAN AZAB TAPI ASBAB UJIAN SOLIDARITAS

Pandemik Covid 19 telah mendunia sejak ditemukannya sesuatu yang tidak kasat mata tersebut pada bulan desember 2019 lalu di Wuhan. Kini Covid menjadi momok yang menakutkan bagi seluruh manusia dimuka bumi ini.

yang paling menjadi perhatian warga +62 cetakan dan lajunya penyebaran covid 19 ini sangat signifkan dan pesat, banyak warga yang menganggap

bahwa covid ini adalah azab yang diberikan tuhan untuk umat manusia, tidak sedikit pula yang menganggap covid 19 ini sebagai Ujian untuk mengingatkan umat manusia yang sudah mulai lupa diri.

Tapi lagi-lagi mari kita sejenak berfikir dan merenung bahwa sebenarnya penyebaran virus yang begitu cepat ini perlu diperhatikan secara seksama

dengan kewaspadaan bukan dengan kepanikan dan bukan pula dengan ujaran-ujaran kebencian yang menyalahkan pemerintah yang sekarang juga sedang berjuang untuk melawan covid 19.

Begitu mudahnya akses informasi dan penyebaran informasi membuat banyak konten dan data palsu atau hoax terkait dengan penyembuhan, penanganan dan antisipasi penyebaran covid 19.

Tidak sedikit pula warganet +62 termakan oleh berita-berita yang tidak valid, hoax dan tidak bisa dirasionalkan namun tetap dilakukan. Contoh nyata telah terjadi tepatnya pada pukul 02.00 WITA dini hari warga Sulawesi Utara dihebohkan dengan pesan berantai melauli WAG, FB dan Video bayi yang berbicara untuk memakan telur rebus agar terhindar dari corona.

Sungguh sangat disayangkan penyebarannya yang begitu cepat dan langsung dipercaya oleh sebagian orang dan turut langsung mencari telur rebus untuk dimakan. Setelah Heboh selang beberapa waktu kemudian muncul Klarifikasi dari salah satu akun facebook yang pertama kali memposting hal tersebut dan menerangkan bahwasanya postingannya tadi adalah berita bohong dan meminta maaf.

Kasus diatas dapat menjadi pelajaran penting bagi kita pengguna sosial media untuk lebih bijak, dan harus lebih selektif dan teliti dalam menerima berita, sudah tersedia berbagai website resmi dan akun WA pemerintah untuk sumber data atau informasi terkait Covid 19. Jadi jangan gampang termakan berita bohong ya gaes.

Perlu kita pahami bersama bahwa adanya wabah mematikan ini adalah salah satu asbab atau sebab untuk kita sebagai manusia yang saling membutuhkan orang lain dengan semangat solidaritas yan tinggi, untuk gotong royong dan bersama-sama melawan covid 19 ini.

Caranya dengan patuhi imbauan pemerintah dan mendukung para pahlawan kita yang saat ini sedang berjuang. Pahlawan tersebut ialah mereka para tenaga medis yang saat ini berjuang. Komentar-komentar positif untuk mereka akan membantu mereka agar tetap semangat.

Oleh karena itu marilah sama-sama kita menjaga jarak, beraktivitas dirumah, menjaga kesehatan dan menjalankan Ibadah dirumah.

Ya menunaikan ibadah dirumah dan bukan ditempat ibadah diwaktu dan keadaan seperti ini sama sekali tidak akan mengurangi keimanan kita. Selagi kita tetap menunaikan kewajiban kita sebagai seorang hamba semampu kita.

Disaat seperti ini kita hanya mampu beribadah dirumah, ya silahkan dirumah saja untuk mengurangi penyebaran virus ini. Lagi-lagi jangan saling menganggap diri paling benar dan menyelahkan yang lain karena beribadah dirumah maupun yang masih beribadah ditempat ibadah,

hal tersebut adalah pilihan dari masing-masing Individu, yang alangkah lebih baiknya mengambil pilihan yang paling kecil mudharatnya (kerugiannya). Note : didalam keadaan darurat seperti ini.

Tinggi rendahnya suatu keimanan Manusia tidak dapat diukur oleh manusia. So tetap  Positif Thingking, lakukan yang terbaik untuk membantu Pulihnya Negara ini.

Jadikan waktu rebahanmu bermanfaat untuk banyak orang, khususnya keluarga dan orang-orang terdekatmu. Habiskan Kuotamu untuk memberikan semangat dan dukungan serta penyebaran berita positif untuk pemulihan pasien, tenaga medis yang ada dinegara kirta. Jangan jadi Virus di Sosial Media ya gaes.

Penulis : Anissa Jihan Tumiwa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *