Melawan Ancaman Psikosomatis dengan Menerapkan Pola Pikir Sehat

Ditengah-tengah maraknya informasi mengenai penyebaran virus corona tentu telah mengkhawatirkan kita semua. Beragam informasi berdatangan dari berbagai platfrom yang ada.

Kita amat sangat mudah menerimanya baik melalui media mainstream maupun media sosial.

Membekali diri dengan berbagai informasi mengenai virus corona memang dibutuhkan agar kita tetap waspada.

Namun, tak jarang informasi-informasi tersebut malah menimbulkan kecemasan yang berlebihan.

Kamu yang sedang sehat bisa saja salah mengartikan sensasi tubuh seperti merasa sesak napas atau pusing seperti mereka yang sedang sakit.Fenomena ini dapat dikatakan sebagai gejala psikosomatik.

Gejala psikosomatik muncul sebagai reaksi antara tubuh dan pikiran yang siaga terus menerus terhadap informasi penyebaran virus Covid-19 ini.

Dilansir dari American Psycological Association, reaksi psikosomatis bisa muncul karena berbagai sebab, antara lain media sosial, berita yang tidak akurat, terlalu banyak informasi dan ketidakmampuan kita dalam mengendalikan stres.

Belum lagi, kita juga dihadapkan oleh ancaman yang tidak kalah membahayakan dari virus corona itu sendiri, yaitu ancaman hoaks mengenai penyebaran virus corona yang marak menakut-nakuti.

Memang sudah sepatutnya kabar bohong dan disinformasi yang beredar harus ditindak secara serius, karena keresahan yang ditimbulkan dari ancanman hoaks tersebut sangat berpengaruh terhadap kesehatan mental masyarakat.

Seperti yang dilansir dari Psychology Today, meskipun penyakit psikosomatik tidak menular secara fisik, penyakit ini menular secara emosional.

Dampaknya negatif bagi masyarakat, karena tidak hanya mempengaruhi secara pribadi namun juga kelompok melalui informasi yang dibagikan.

Lalu, bagaimana sebaiknya kita menghadapi fenomena ini?

Peranan terbesar untuk memastikan apakah kita sehat atau tidak tentu ada pada diri kita sendiri.

Selain terus berwaspada menjaga kesehatan serta kebersihan dalam melindungi diri dari terinfeksinya virus Covid-19 ini, ternyata kita juga perlu melindungi diri dari pengaruh lain yang mengikutinya.

Kamu tentu perlu melindungi kesehatan tubuhmu, namun kamu juga perlu melindungi kesehatan mentalmu.

Mulailah lindungi diri dari pemberitaan yang tidak bertanggung jawab dan yang bisa saja malah mempengaruhi psikologis diri kita sendiri.

Dengan menyadari bahwa masifnya penyebaran berita hoaks sudah tidak kalah masif dengan penularan virus tersebut, kita perlu melakukan perlawanan terhadap dua ancaman sekaligus.

Pilihlah sumber informasi dengan lebih cermat, jangan mudah menyebarkanluaskan berita yang belum jelas asal sumber dan validasinya.

Berhati-hatilah menciptakan asumsi tanpa berdasarkan fakta dan validasi data yang jelas agar tidak mudah mempengaruhi orang lain.

Jika perlu, kurangilah intensitas kita menerima dan membagikan informasi yang mudah memancing kecemasan publik dan dirimu sendiri.

Cobalah alihkan perhatianmu kepada hal-hal yang positif atau yang membuat dirimu mempelajari hal-hal baru sehingga mendapatkan energi positif.

Dengan begitu, kamu juga dapat membantu menebarkan energi positif kepada orang lain dalam menghadapi situasi pandemi ini. Sebarluaskan semangat optimisme publik bahwa kita mampu melewati dan melawan situasi ini dengan tetap waspada dan berpikir positif.

Menerapkan pola hidup sehat untuk tubuh itu sangatlah penting, namun jangan lupakan pula menerapkan pola pikir yang sehat ya!

Oleh : Bunga Revina Palit
Ilustrator: Daniel Taruh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *