Melihat dari Sudut Pandang Saudara Lain

Bukan suatu hal yang baru kita ketahui bahwa isu SARA dapat menjadi isu termanjur dalam memecah belah masyarakat. Transportasinya sudah tentu media sosial di dunia maya yang sudah menjadi alternatif terdekat dalam masyarakat menerima informasi. Dengan begitu, kemudahan masyarakat dalam menerima informasi dalam bentuk apapun tentunya perlu diiringi dengan kesadaran yang tinggi pula. Kesadaran dalam memilah informasi yang baik maupun tidak. Namun, kesadaran yang diperlukan masyarakat tidak cukup hanya sampai disitu.

Dapat kita lihat bersama kemarin dengan dihebohkannya isu pengusiran mahasiswa asal Papua di Malang dan Surabaya. Lalu, atas dasar itu pula masyarakat Papua merasa kecewa dan terpancing emosinya dengan sejumlah insiden kerusuhan di berbagai wilayah di Papua. Lagi-lagi kita dapat melihat bahwa sentimen berbasis SARA ini masih menjadi hantu paling menakutkan di negeri ini. Perpecahan di belahan masyarakat yang disebabkan oleh isu SARA ini sangat marak terjadi dimanapun itu. Kenyataan bahwa masyarakat yang majemuk ini belum dapat menerima kemajemukan semakin terlihat adanya. Karakteristik negara yang sudah ada sejak awal kemerdekaan ini nyatanya belum tentu sudah benar-benar disadari oleh masyarakat.

Keberagaman yang berada diantara kita semua,  tidak akan mudah menjadi suatu senjata perpecahan jikalau masyarakat sendiri sudah terlebih dahulu dapat menerima dengan baik keistimewaan ini. Seperti yang dikatakan sebelumnya, kesadaran yang diperlukan dalam memerangi terjadinya perpecahan berbasis SARA dapat kita cegah dengan terlebih dahulu memahami keragaman yang ada pada identitas bangsa kita. Kita harus paham bahwa perbedaan yang membentuk bangsa inilah yang membuat kita menjadi bangsa yang begitu indah dan berwarna. Perbedaan pun harus dapat mengajarkan kita untuk saling menghargai, menerima, dan tentunya saling mengasihi. Dengan begitu pula, kita dapat melawan rasa intoleransi, diskriminasi dan intimidasi yang dapat menyerang identitas tertentu.

Entah darimana asalmu, bagaimana warna kulitmu, maupun apapun yang kamu percayai. Marilah bersama-sama kita belajar untuk dapat melihat segala sesuatu melalui sudut pandang orang lain, teman kita yang lain, tetangga disebelahmu, dan tentunya seluruh saudara sebangsa kita di Indonesia ini.

Penulis : Bunga Revina Palit

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *