Milenial Sebagai Agen Perdamaian Bisa nggak ya?

Perkembangan teknologi di jaman sekarang ini begitu pesat, bahkan anak di rentan usia sekolah dasar pun sudah banyak yang menggunakan gawai yang tentunya menjadikan media sosial tak terpisahkan dengan realitas sosial. Bahkan menurut survey yang dilakukan oleh APJII pengguna internet di Indonesia mencapai angka 142,26 juta dari 262 juta penduduk Indonesia. Orang Indonesia bisa mengakses internet sampai 1 hingga 7 jam per harinya, tentunya itu bukan angka yang kecil.

Kehidupan di media sosial seolah tak terpisahkan dengan kehidupan nyata, bahkan ada yang cenderung lebih banyak berkomunikasi dengan media sosial dari pada secara langsung. Akan tetapi banyak penyalahgunaan di media sosial konten-konten yang berbau perpecahan lebih banyak dari pada konten-konten yang menyebar perdamain.
Inilah tugas kita sebagai milenial yang melek teknologi dan berpendidikan untuk menyebar konten-konten positif. Dari pada kita selaku generasi milenial hanya menggunakan media sosial sebagai sarana bersosialisasi belaka mending sekalian aja kita menyebar perdamaian. Milenial sadar ngak kalo kita bisa jadi agen-agen perdamaian di media sosial.
Sebagai generasi yang hidup dengan teknologi yang memadai sejak kecil, seharusnya kita lebih bijaksana lagi dalam bermedia sosial. Milenial, kita bisa mengedukasi orang lain dengan dengan bijaksana bermedia sosial loh. Ngak perlu hal-hal besar untuk kita milenial agar dapat menjadi pahlawan di media sosial. Ada beberapa hal yang biasa kita lakukan nih milenial contohnya lebih cermat lagi dalam membagikan konten-konten di media sosial, jadi pastikan dulu sumbernya sebelum ngeshare kontennya. Ada lagi nih milenial pastinya kita sering menemukan konten-konten negatif misalnya yang berbau perpecahan, kita ngak boleh diam aja dong masa kita lupa sama “Bhinneka Tunggal Ika” kita kuat jika bersatu, makanya kita harus bersatu nih milenial untuk melawan konten-konten tersebut. Caranya gimana ya? Gampang aja milenial dalam setiap postingan kita cukup selipin nilai-nilai Pancasila di dalamnya dan selalu bersikap positif dalam bermedia sosial.
Kali ini Duta Damai Sulut mengajak kita semua untuk menjadi relawan penebar kedamain di media sosial. Menjaga kesatuan bangsa kita tercinta bukan hanya tanggung jawab para pemimpin negeri saja, juga bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan juga TNI, tapi tanggung jawab kita semua selaku warga negara ini.
Dulu para pendahulu bangsa ini berjuang dengan senjata dan tumpahan darah loh milenials, itu semua hanya untuk mempertahankan kemerdekaan bangsa kita tercinta. Nah sekarang kita cukup berjuang dengan jari-jari kita aja kok, dengan menyebar konten-konten positif permesatu bangsa tentunya. Memang kamu mau harus berperang lagi? Perangnya sama saudara sebangsa lagi. Milenial kita ngak boleh buta akan indahnya perbedaan yah. Sekarang ini perdamain bangsa ini ada di tangan kita nih,… Milenial, yuk jadi pahlawan di media sosial dan jangan lupa “Damai Itu Indonesia”.

Penulis : Freedom Rombot

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *