Damai Walau Beda Pendapat

Perbedaan adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh setiap insan manusia, mulai dari perbedaan yang bersifat kecil hingga yang sifatnya  besar. Semakin maju perkembangan zaman, perbedaan pun semakin jelas. Apapun usaha yang dilakukan manusia untuk menghindar dari perbedaan,tentu saja sia-sia karena perbedaan itu pasti akan tetap ada.

Dalam kehidupan sehari-hari,  tak jarang kita temukan perbedaan pendapat satu dengan yang lainnya, kita sering berbeda pendapat dengan orang-orang yang berbeda cara pikir dan cara pandang tentang suatu hal baik yang sepele sampai yang besar sekalipun.

Hal itu tentu tak lepas dari yang namanya Demokrasi. Kita tahu bersama hak untuk mengemukakan pendapat termasuk dalam bagian Demokrasi yang harus dihargai, tapi saat ini banyak yang salah kaprah mengenai perbedaan pendapat. Yang harusnya berjalan damai, malah menjadi penghalang sehingga dianggap dapat memecah belah.

Padahal, perbedaan pendapat bukanlah akhir dari segalanya, justru perbedaan pendapat menandakan bahwa, bangsa kita adalah bangsa yang kritis terhadap sesuatu, dan bukan bangsa yang apatis.

Haruskah perbedaan pendapat dibumbui dengan perpecahan? Jelas Tidak ! Karena perbedaan pendapat adalah hal yang wajar,  bahkan harus tetap dijunjung karena masuk dalam Hak Asasi Manusia yang bertujuan saling membangun sebagai kehidupan berbangsa dan bernegara, bukan untuk saling menjatuhkan.

Hal ini bisa dianalogikan seperti ini, dalam sebuah keluarga terdapat Ayah, Ibu, dan Anak. Ayah dan Anak yang suka berkunjung ke tempat A, dan Ibu maunya ke tempat B terjadi perbedaan pendapat dan akhirnya diputuskan secara demokrasi suara terbanyak yaitu ke tempat A. Ibu pun akhirnya ikut dengan keputusan tersebut.

 Dari ilustrasi yang sangat sederhana tersebut, dapat disimpulkan bahwa walaupun terjadi perbedaan pendapat, keluarga tersebut tetap mencari jalan keluar dengan cara yang demokrasi tanpa ada perpecahan dan mereka tetaplah keluarga.

Sama halnya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, perbedaan pendapat seharusnya jangan dijadikan masalah yang mendorong kita untuk bermusuhan, tetapi jadikan itu sebagai bahan pembanding untuk mencari jalan keluar yang terbaik, Sehingga tercipta suatu keputusan dengan jalan damai bukan dengan perpecahan, karena di balik itu semua kita adalah satu Indonesia.

Mari jadikan perbedaan pendapat sebagai sarana yang akan menyatukan,  bukan sebagai pemecah belah.

Penulis : Bryan Y. Korua

Editor : Ian Langkai

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *