FKPT Rangkul Guru Agama se-Minut bangun harmoni kebangsaan

Duta Damai, Sulut – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT)  melaksanakan kegiatan “Harmoni dari Sekolah; Integrasi nilai-nilai agama dan budaya di sekolah dalam menumbuhkan harmoni kebangsaan. 105 Guru pendidikan Agama yang ada di Minahasa Utara, menjadi peserta pada kegiatan yang diselengarakan di Hotel Sutan Raja Minut, pada Kamis, 19/09/19.

Dalam Wawancara di sela-sela kegiatan , Ketua FKPT Sulawesi Utara mengatakan,bahwa penyelenggaraan kegiatan “Harmoni dari Sekolah” merupakan kegiatan yang merangkul para guru agama se-Minahasa Utara, guna memberi pendekatan serta pemahaman dalam menyebarkan kebahagian dan keharmonisan bangsa kepada anak-anak didik se-dini mungkin.

“ Pembentukan karakter anak sejak dini merupakan langkah awal yang paling baik dalam mengajarkan rasa Toleranei, sehingga anak mampu menuju masa depan yang penuh prestasi tanpa terpapar Radikalisme, kita yang hadir disini peduli tentang pencegahan Radikalisme dan Terorisme,, seperti kita tau  bersama bahwa Radikalisme dan Terorisme bukanlah rekayasa, kelompok terorisme memang benar-benar nyata berada di sekitar kita, karena pemicunya adalah intoleransi maka dari itu marilah saling menjaga dan bergandengan tangan dalam menangkal Radikalisme dan Terorisme”. Ujar Ketua FKPT Sulut, James Clay Tulangow S.E.

Pembicara Kegiatan “Harmoni dari Sekolah” nama-nama dari kiri ke kanan James Tulangow, S.E.,
Deputi I BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis,Pangdam XIII Merdeka, dan perwakilan dari Kementerian Agama.

Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan Gubernur Sulawesi Utara, Pangdam 13 Merdeka, Polda Sulut, Dinas Pendidikan dan juga menghadirkan Tokoh Agama dan perwakilan dari Kementrian Agama sebagai Pembicara.  Kegiatan ini di buka langsung oleh Deputi I BNPT Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis yang juga sebagai Pembicara.

Dalam sambutannya, Deputi I BNPT menuturkan bahwa Terorisme  jelas menjadi ancaman, dan bukanlah kejahatan biasa melainkan  kejahatan terhadap perdamaian dan keamanan umat manusia. Rentetan kasus terorisme terjadi di Indonesia mulai dari bom bunuh diri, perlemparan bom ke kumpulan orang dan penembakan kepada orang yang tak bersalah dan semua bentuk kejahatan lainya yang tidak dapat di benarkan oleh hukum dan ajaran Agama manapun. “Terorisme telah menggoyah persatuan dan kesatuan bangsa serta merusak fondasi toleransi, multikulturalisme, dan hubungan antar umat beragama yang telah dibangun selama ini. Melalui kegiatan ini kami mendorong seluruh Guru agama mulai dari jenjang PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTS dan SMA/MA sederajat untuk semakin meningkatkan pengajaran materi pendidikan agama kepada para siswa agar lebih memahami agamanya dengan baik dan menginspirasi para siswa agar terus menjaga harmoni , kebersamaan, toleransi, mencintai sesama dan menghargai perbedaan”. Tutup Hendri Paruhuman Lubis seraya membuka kegiatan secara resmi.

Para peserta pun mengapresiasi keberlangsungan kegiatan ini, Salah satu peserta,  Rusma Lapanurat mengatakan, bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat apalagi sebagai Guru yang akan menerapkan karakter Toleransi secara langsung terhadap anak didik. “Tentunya sangat bermanfaat dan tepat sasaran dalam  menghadirkan Guru Agama sebagai peserta, karena peran Guru Agama untuk pembentukan karakt murid itu sangat penting, apalagi dalam hal ini dalam membentuk Karakter yang Toleransi, saya sendiri sebagai Guru Paud merasa terbantu karena  materi dan dialog tentang pencegahan radikalisme” kata Guru dari Paud Amalia Manado ini.

Christopher V. Solang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *